hach poyenk awak belajay
KRISTENER DAN PENDETA/PASTOR KULUP JEGGER BIARAWATI MEREKA ADALAH RITUAL AJARAN PEMUJA SETAN CABUL
DI DALAM ALKITAB BIBLE SANGAT JELAS TERTULIS KALIMAT
"Mari kita MEMUASKAN BIRAHI hingga pagi hari dan bersama-sama menikmati Asmara" (Amsal 7:18)
"Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah lagi, CINTAILAH PEREMPUAN YANG SUKA BERSUNDAL DAN BERZINA seperti TUHAN juga mencintai orang Israel,
sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue
Kismis (Hosea 3:1)"
"Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak MAKAN DAGING ANAK MANUSIA dan
MINUM DARAHNYA, kamu tidak mempunyai hidup didalam dirimu" (Yohanes
6:53)
"Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati (Amsal 31:6)"
"Makanlah roti itu seperti roti jelai tahi yang bundar dan engkau harus
membakarnya di atas kotoran tahi manusia yang sudah kering di hadapan
mereka." (Yehezkiel 4:12)
"Lalu firman-nya kepadaku: "Lihat,
kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai Kotoran Lembu ganti Kotoran
Manusia dan bakarlah rotimu di atasnya." (Yehezkiel 4:15)
KESIMPULAN : ALKITAB BIBLE 100% AYAT SETAN
DAN TERBUKTI BENDA DALAM POTO DIBAWAH INI ADALAH BUAH KARYA AJARAN KRISTEN PEMUJA SETAN Paulus KRISTEN
Tidak akan anda dapatkan ajaran kasih dalam doktrin gereja kristen , ajaran kasih yang mereka gembur-gemburkan hanyalah keduk belaka untuk menutupi kebusukan kristen yang sesungguhnya, selain ajaran pembodohan dan kemunafikan serta penyesatan terhadab tuhan semesta alam.
BISA KITA LIHAT DARI OCEHAN PEMILIK TS DI ATAS , TANPA SUMBER DALIL YANG JELAS. MEMBUKTIKAN MANUSIA YANG SATU INI INI ADALAH PENGANUT DOGMA PAGAN GEREJA SETAN!
BUKTI YESUS TIDAK MATI DISALIB
Penyaliban adalah inti keimanan Kristiani, tidak ada Kristiani yang meragukan curahan darah Kristus diatas kayu salib sebagai upaya penebusan dosa manusia. Semua Kristiani telah didoktrin dengan pengharapan keselamatan akan kepercayaan terhadap kematian Yesus dalam penyaliban. Bagi Kristiani, penyaliban adalah jalan keselamatan satu-satunya dalam memperoleh hidup yang kekal.
Dogma penebusan dosa melalui penyaliban tercipta berdasarkan adanya keyakinan terhadap dosa waris yang semuanya diciptakan oleh oknum yang sama, Paulus Tarsus. Disini kita tidak akan membahas mengenai kepalsuan dogma penebusan dosa ataupun dosa waris, tapi kita akan menguak kepalsuan kematian Yesus diatas kayu salib melalui persepsi Bible sendiri, dengan kata lain, akan kita buktikan bersama bahwa Yesus tidak mati diatas kayu salib berdasarkan Bible!
Kronologis kejadian dari Bible sendiri yang akan kami paparkan berikut mengenai peristiwa dugaan kematian Yesus dalam penyaliban sebelum dan sesudahnya akan membuktikan kebenaran tersebut.
Persiapan Untuk Jihad
Yesus sebelumnya telah mengetahui akan rencana Yahudi untuk menangkap dan membunuhnya, hal tersebut telah diucapkannya dengan menubuatkan Yudas yang akan menyerahkannya. Hal yang menjadi sorotan adalah bahwa Yesus tidak mau hanya duduk dan menunggu ditangkap oleh kaum Yahudi. Dia menyiapkan murid-muridnya akan adanya bentrokan dan pertikaian, dan persiapan akan senjata adalah hal yang diperlukan.
Lukas 22:35-36
22:35 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa?"
22:36 Jawab mereka: "Suatu pun tidak." Kata-Nya kepada mereka: "Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan membeli pedang.
Ini adalah persiapan untuk perang, untuk melakukan Jihad! Murid-muridnya telah dipersenjatai, mereka telah memiliki gambaran hal yang akan terjadi selanjutnya. Mereka tidak mau menyerah bergitu saja dijadikan bulan-bulanan kaum Yahudi tanpa adanya perlawanan yang berarti.
Lukas 22:38 Kata mereka: "Tuan, ini dua pedang." Jawab-Nya: "Sudah cukup."
Senjata telah siap, perlawanan akan dilakukan. Kristiani sering memberikan asumsi bahwa pedang yang dimaksud Yesus adalah pedang roh. Entah apa maksud dari pedang roh tersebut, namun jika yang dimaksud tersebut adalah pedang roh, lalu jubah apa yang dimaksud untuk dijual Yesus? Jubah roh? Apa pula maksud dari dua pedang yang telah murid-muridnya siapkan? Dan yang terpenting, pedang roh tentu tidak akan dapat memutuskan telinga seorang hamba Imam Besar..
Matius 26:51 Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
Dalam hal ini Yesus sama sekali tidak membicarakan tentang pedang roh, satu-satunya pedang yang dimaksud Yesus tersebut adalah pedang untuk melukai, untuk melakukan perlawanan, untuk membela diri.
Hal yang seharusnya menjadi pertanyaan, jika saat itu Yesus ingin melawan, mengapa dua pasang pedang saja sudah cukup? Hal ini dapat dimengerti bahwa Yesus belum tahu kondisi diluar jangkauannya mengenai seberapa besar pasukan Romawi yang akan menangkapnya. Yesus tidak bermaksud melakukan pertumpahan darah besar-besaran dengan tentara Romawi, dia hanya ingin menunjukkan bahwa dia bukanlah mangsa yang dapat ditangkap dengan mudah. Alasan lain yang dapat dijadikan patokan adalah masalah keuangan yang tidak memungkinkan, Yesus hanya menyuruh murid yang memiliki jubah untuk dijual dalam membeli pedang.
Yesus mengetahui kesetiaan murid-muridnya yang menyertainya saat itu yang bersedia berkorban dan mati demi dirinya. Dengan senjata yang seadanya serta rasa percaya diri dan keyakinan terhadap gurunya, murid-murid Yesus yakin dapat memenangkan pertempuran dalam menghadapi kaum Yahudi.
Ahli Siasat Dan Strategi
Senjata dan keberanian telah siap untuk menghadapi perang yang akan berlangsung, strategi dan benteng pertahanan adalah hal lain yang juga perlu dipersiapkan. Di Getsemani lah Yesus mengatur hal tersebut. Getsemani adalah tempat Yesus dan murid-muridnya bersama sebelum penyaliban, peristiwan di Getsemani adalah saat-saat terakhir Yesus sebelum diserahkan untuk disalib.
Yesus telah membuktikan bahwa dirinya mempunyai keahlian dalam mengatur strategi dan rencana, peka terhadap sinyal-sinyal bahaya dan banyak akal. Saat itu bukan waktunya duduk dan ongkang-ongkang kaki untuk menjadi sasaran empuk bagi para musuh. Suatu malam, sewaktu sedang menuju Getsemani (Bukit Zaitun) dengan suatu bangunan berdinding batu yang jauhnya 5 mil dari kota, dia menggambarkan betapa seriusnya situasi saat itu. Resiko yang harus dihadapi apabila mereka gagal dalam serangan ini.
Yesus menunjukkan kekuatannya sebagai ahli siasat yang lihai dan pandai dalam mengatur prajuritnya. Tidak perlu menjadi anggota militer yang jenius untuk menilai hal itu. Yesus menempatkan delapan dari sebelas muridnya pada pintu masuk bangunan tersebut.
Matius 26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa."
Pertanyaan yang mengganggu para pemikir adalah: Mengapa mereka semua pergi ke Getsemani? Untuk beribadah? Apakah mereka tidak bisa pergi ke kuil Sulaiman yang mereka lewati apabila tujuan mereka hanya untuk beribadah? Tidak! Mereka pergi ke kebun itu sehingga mereka berada pada posisi yang lebih baik untuk membela diri dari serangan musuh.
Perhatikan, Yesus tidak mengajak kedelapan muridnya untuk beribadah. Dia menempatkan muridnya secara strategis pada pintu masuk kebun, mempersenjatainya dengan pedang karena situasi yang mungkin terjadi.
Matius 26:37-38
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
Kemana dia membawa Petrus serta Yohanes dan Yakobus (dua anak Zebedeus) sekarang? Ke dalam kebun itu. Apakah untuk beribadah? Tidak! Untuk membuat jalur pertahanan. Dia menempatkan delapan orang pada pintu masuk dan sekarang ketiga murid lainnya yang terkenal fanatik dan bersemangat, dipersenjatai dengan pedang lainnya untuk menunggu dan mengawasi, mengawal Yesus. Gambaran ini sangat gamblang, Yesus tidak memberikan gambaran lain bagi kita. Dan dia sendiri hanya berdoa.
Doa Yesus Di Getsemani
Pembahasan mengenai doa Yesus di Getsemani telah dibahas secara lengkap dan eksplisit Disini, akan kami bahas lagi secara singkat.Matius 26:38-39
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku."
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
Doa Yesus diatas adalah bentuk permohonan Yesus agar dibebaskan dari cawan kematian. Frasa 'cawan' dalam ayat tersebut bermakna pencobaan dan fitnah Yahudi, dimana Yahudi ingin membuktikan bahwa Yesus adalah mesias palsu dengan cara menyalibnya, penyaliban itulah pencobaannya. Sehingga dengan kata lain maksudnya kematian dalam penyaliban. Jadi, Yesus berdoa agar terbebas dari kematian dalam penyaliban.
Dari doa Yesus diatas, sudah menunjukkan fakta kepada kita, yaitu:
- Pertama, Yesus tidak ingin mati dikayu salib.
- Kedua, Yesus tidak mengenal penebusan dosa oleh penyaliban.
Yesus telah berdoa penuh dengan hikmat dalam mengharapkan pertolongan Allah, pertanyaan selanjutnya adalah apakah doa Yesus dikabulkan?
Ibrani 5:7 Dalam hidupNya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada DIA, yang sanggup menyelamatkanNya dari maut, dan karena kesalehanNya Ia telah didengarkan.
Ayat diatas telah cukup menjelaskan bahwa doa Yesus dikabulkan Allah, dimana Yesus berdoa penuh ratap tangis dan keluhan untuk diselamatkan dari maut. Adakah Kristiani yang bersedia mengatakan doa Yesus tidak didengar oleh Allah?
Perubahan Strategi Diluar Rencana
Senjata telah siap, jalur pertahanan telah sesuai, lalu mengapa akhirnya Yesus tertangkap juga oleh tentara Romawi? Yesus telah salah perhitungan. Melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh murid-muridnya pada acara perjamuan malam, dia yakin bahwa mereka bisa melawan Yahudi yang akan menangkapnya. Namun kenyataannya, ternyata Yahudi lebih cerdik dari apa yang dipikirnya, mereka membawa tentara Romawi bersama mereka.
Yohanes 18:3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Disamping itu karena kelalaian yang telah dilakukan murid-muridnya dijalur pertahanan yang telah membuat Yesus kecewa. Kelalaian itu adalah tertidur disaat-saat genting.
Matius 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?
Markus 14:37 Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?
Yesus memperingatkan murid-muridnya untuk berjaga sebentar lagi, tapi lagi-lagi muridnya mengabaikan perintah tersebut.
Markus 14:40 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat dan mereka tidak tahu jawab apa yang harus mereka berikan kepada-Nya.
Hal itu membuat Yesus pasrah terhadap apa yang akan terjadi padanya, dan dia tidak ingin mengambil resiko.
Matius 26:44-45
26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga.
26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa.
Murid-muridnya tertangkap ketika mereka sedang lengah dan dalam keadaan mengantuk, persiapan mereka selama inipun buyar. Mereka tidak mungkin mengalahkan sepasukan tentara Romawi yang sedia dengan pedang dan tameng serta keahlian militer yang mumpuni dalam keadaan mengantuk dan tidak ada persiapan. Yesus mengetahui resiko apa yang akan terjadi jika mereka melawan, Yesus berencana melakukan perubahan strategi. Meskipun begitu, beberapa muridnya masih sangat yakin akan keberanian mereka.
Lukas 22:49 Ketika mereka, yang bersama-sama dengan Yesus, melihat apa yang akan terjadi, berkatalah mereka: "Tuhan, mestikah kami menyerang mereka dengan pedang?"
Tetapi
sebelum Yesus menjawab pertanyaan tersebut, Petrus yang pemberani
mengeluarkan pedang dan menghunus salah seorang penangkapnya sehingga
terpotong telinganya.Matius 26:51Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.
Yesus tidak ikut melawan. Menyadari bahwa situasi sudah berbalik dan tidak berjalan sesuai dengan strateginya, dia menasihatkan murid-muridnya.
Matius 26:52 Maka kata Yesus kepadanya: "Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang.
Apakah Yesus tidak mengetahui makna dari perintahnya ketika dia menyuruh murid-muridnya untuk menjual jubah dan membeli pedang? Tentunya dia tahu. Lalu mengapa sekarang malah bertentangan? Sebenarnya tidak ada pertentangan. Situasi telah berubah, jadi strategi juga harus dirubah. Dia menyadari bahwa melawan tentara yang terlatih dan bersenjata lengkap dengan mengandalkan pasukannya yang masih mengantuk dan tidak siap, hanya merupakan tindakan bunuh diri.
Yohanes 18:12 Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Yesus telah melakukan perubahan strategi, yaitu "menyerahlah untuk menang", atau bahasa harfiahnya "menyerahlah untuk tidak mati". Yesus tertangkap, diseret kehadapan pengadilan musuh-musuhnya.
Pengadilan Di Hadapan Imam Besar
Perjalanan menuju Yerusalem telah gagal. Penyerangan di bukit Zaitun telah membuktikan kegagalan. Apabila ada hadiah bagi keberhasilan maka akan ada pula balasan untuk kegagalan. Lawan sangat berat, ditambah dengan adanya kesengsaraan, cobaan, keringat dan darah.
Dengan tangan-tangan yang kuat, tentara Romawi menyeret tubuh Yesus dari Getsemani ke Annas dan dari Annas ke Mahkamah Agama dan dipertemukan dengan Uskup Agung untuk menghadapi pengadilan dan hukuman.
Matius 26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Ketika jiwa Yesus terancam dalam sidang pengadilan musuhnya, muridnya justru enggan menampakkan batang hidung. Mereka yang dari awal mengaku bersedia untuk mati demi Yesus sewaktu perjamuan terakhir, menampakkan kesetiaan dalam strategi penyerangan di Getsemani, sekarang bungkam dan seakan tidak perduli.
Markus 14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Belum
usai penderitaan akan kegagalan Yesus dalam penyerangan di Getsemani,
dia juga akhirnya ditinggalkan para murid yang diyakini setia
terhadapnya. Yesus melawan tuduhan Imam Besar dan para ahli-ahli Taurat,
sendirian.Matius 26:59-60
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
Pengadilan ini hanya sandiwara, bagaimanapun keputusan para musuh Yesus tersebut sudah terekonstruksi sejak awal, Yesus harus disalibkan. Tapi Yesus tidak dapat menahan diri untuk membela diri, Yesus adalah oknum tidak bersalah yang "keras kepala", meskipun dia tahu betul keputusan apa yang ada dalam hati para pengadilnya yang tidak adil tersebut untuk dirinya.
Yohanes 18:19-23
18:19 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya.
18:20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi.
18:21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
18:22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?"
18:23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?"
Ada hal yang perlu ditinjau ulang dalam keyakinan Kristiani mengenai hal ini. Kristiani menisbahkan beberapa nubuat dalam Perjanjian Lama kepada Yesus untuk menunjukkan bahwa takdir Yesus memang adalah untuk disalibkan, salah satunya ayat Yesaya berikut:
Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
Tapi telah disaksikan sendiri bahwa Yesus tidak hanya diam dihadapan musuhnya, mulai dari sebelum ditangkap sampai dalam pengadilan. Yesus memberikan pembelaan terhadap dirinya dan tidak sesuai dengan maksud nubuat tersebut. Lagi, Kristiani menisbahkan nubuat yang salah kepada Yesus yang disangka Yesus sebagai penggenapannya. Dan masih banyak berbagai klaim nubuat tidak cocok lainnya yang dapat anda teliti sendiri.
Nasib Yesus sudah diputuskan. Imam Besar di Mahkamah Agama (Kepala Imam-imam Yahudi) adalah orang yang mengambil keputusan pada setiap pengadilan sipil berdasarkan persangkaannya terhadap terdakwa. Dia telah memutuskan bahwa Yesus harus mati, tanpa mendengar persidangan pembelaan dan lain-lain. Dia telah merekomendasikan kepada mahkamah untuk membunuh Yesus bahkan sebelum terjadi kasus tersebut.
Yohanes 11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
Semua orang Yahudi tentu tidak ada yang mengimani bahwa Yesus adalah penebus dosa manusia, lantas apa maksudnya Yesus mati untuk seluruh bangsa?
Yohanes 47-48
11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
Yohanes 11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
Jadi, yang dimaksud tebusan untuk orang banyak adalah tidak lebih bahwa Yesus semacam tumbal untuk menghindari amuk orang Romawi. Para imam Yahudi tidak ingin Yesus banyak pengikut yang dapat menggeserkan kekuasaan mereka sehingga jalan satu-satunya adalah membunuhnya. Pada dasarnya tidak ada dosa yang harus ditebus, bagaimanapun kematian diatas kayu salib adalah suatu bentuk kutuk dan penghinaan dan inilah yang diinginkan oleh orang Yahudi.
Kaum Yahudi telah salah menilai Yesus bahwa dia menghina dan berkhianat terhadap ajaran agama. Kristen adalah sama dengan Yahudi dalam hal menghina Yesus, tetapi masalahnya berbeda. Baik Yahudi maupun Kristen keduanya menginginkan Yesus mati. Satu untuk "kekuasaan diri" dan yang satu lagi untuk "penebusan dosa", dan tidak ada dari keduanya yang benar. Yesus tidak mempunya hasrat menghasut bangsa Romawi merebut tempat suci, dan Yesus juga tidak pernah punya keinginan menebus dosa manusia serta tidak punya pengetahuan apapun soal penebusan diatas kayu salib yang merupakan dogma Paulus.
Pengadilan Di Hadapan Pilatus
Matius 27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.
Keputusan diambil dengan cepat dan bulat. Tapi tanpa izin tentara Romawi, mereka tidak bisa menghukumnya. Pagi-pagi sekali, mereka membawa Yesus ke Pilatus, karena seperti yang mereka katakan:
Yohanes 18:31 ...Kata orang-orang Yahudi itu: "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."
Yesus
di wawancarai oleh Pilatus, pada dasarnya Pilatus tidak terlalu
tertarik terhadap kasus Yesus. Menurutnya Yesus tidak membahayakan
negaranya, dia tidak menentang kerajaan Romawi. Bahkan Pilatus
mengetahui bahwa orang Yahudi menyerahkan Yesus hanya sekedar dengki
terhadapnya yang semakin hari mendapatkan banyak pengikut dan dapat
melongsorkan otoritas mereka.Matius 27:18 Ia memang mengetahui, bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.
Dengan sikap bijaksana, Pilatus memberikan pembelaan terhadap Yesus.
Yohanes 18:38b Sesudah mengatakan demikian, keluarlah Pilatus lagi mendapatkan orang-orang Yahudi dan berkata kepada mereka: "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.
Dalam masalah tersebut, Pilatus menemukan bahwa Yesus tidak bersalah. Namun, pembelaan itu belumlah cukup, teriakan Yahudi yang haus dalam membunuh setiap Nabi dan Rasul Allah semakin memanaskan suasana. Pilatus pun menitahkan sekedar menyiksa Yesus tanpa menyalibnya.
Yohanes 19:1-3
19:1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.
19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.
19:4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya."
19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah Manusia itu!"
Pilatus sudah berusaha mati-matian dalam membela Yesus yang tidak bersalah, Pilatus telah yakin bahwa Yesus memang tidak seharusnya dihukum. Dalam kegalauan suasana perjalanan sidang itu, istri Pilatus mengirimkan pesan dan memberikan dukungan moril terhadapnya.
Matius 27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."
Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pilatus memanfaatkan momen hari raya tersebut.
Yohanes 18:39 Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi bagimu?"
Matius 27:16-17
27:16 Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas.
27:17 Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"
Pilatus menyandingkan Yesus dengan Barabas yang dikatakan sebagai penyamun, harapan Pilatus agar imam-imam Yahudi tersebut mau membebaskan Yesus dan menghukum Barabas. Usaha yang sia-sia.
Matius 27:21-22
27:21 Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka: "Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?" Kata mereka: "Barabas."
27:22 Kata Pilatus kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!"
Mengetahui bahwa semua usahanya sia-sia dan tidak berarti dihadapan kedengkian orang Yahudi, teriakan kemarahan ditambah hasutan dan pemerasan yang mereka lakukan terhadapnya.
Yohanes 19:12 ..."Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap dirinya sebagai raja, ia melawan Kaisar."
Pilatus angkat tangan, menyerah dengan semua pembelaan yang dia lakukan terhadap Yesus. Meskipun Pilatus bersikeras untuk tidak menghukum orang yang tidak bersalah dan berbahaya, dan istrinya pun membelanya berdasarkan mimpinya, tetapi Pilatus tidak bisa menentang pengaruh kaum Yahudi. Pilatus menyambut teriakan kaum Yahudi.
Matius 27:24 Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!"
Yesus dan murid-muridnya tidak dapat menahan kaum Yahudi untuk berniat membunuhnya, pembelaan Pilatus seorang wali negeri ditahan dengan teriakan dan pemerasan kaum Yahudi. Pilatus pun menyerahkan Yesus untuk disalib.
Metode Penyaliban
Prosesi
penyaliban atau hukuman salib adalah suatu bentuk hukuman mati dimana
terhukum akan dipaku ke dua tangannya di tiang salib, dikarenakan berat
tubuhnya maka si terhukum akan mengalami kesulitan nafas karena
terhimpit paru-parunya hingga akhirnya hal ini akan mempercepat
kematian. Oleh karena itu untuk menambah penderitaan (memperlama proses
kematian) maka pada telapak kaki diberikan sandaran papan sehingga
dengan ini terhukum dapat berdiri menyangga tubuh. Terhukum akan
dibiarkan menderita haus dan rasa sakit bahkan gangguan dari mangsa
hewan liar. Penyaliban merupakan prosesi hukuman mati yang
perlahan-lahan, dan biasanya memakan waktu sampai dengan tiga hari
hingga ajalnya tiba berdasarkan catatan sejarah dan dari tinjauan sains
serta medis.Umumnya kematian di tiang salib terjadi karena dua hal:
- Pertama, oleh infeksi. Dipakunya tangan dan kaki pada kayu salib membuka peluang masuknya kuman ke dalam tubuh. Tanpa perlindungan antibiotika, kuman tersebut akan berkembang dan menyebar ke seluruh tubuh. Proses kematian karena infeksi seperti ini, biasanya berlangsung 2-3 hari.
- Kedua, karena kelaparan dan dahaga. Dengan tidak masuknya bahan makanan yang diperlukan untuk kelangsungan hidup, maka hal tersebut akan mengganggu metabolisme dalam tubuh. Karena tidak adanya suplai makanan, tubuh memobilisasi bahan simpanan yang ada dalam tubuh. Bila simpanan karbohidrat dalam bentuk glikogen yang ada habis, maka protein yang ada di otot digunakan sebagai pembentukan energi yaitu pembentukan ATP ATP merupakan energi siap pakai. Bila protein yang ada di otot berkurang sedemikian rupa, maka fungsi sel akan terganggu dan diakhiri dengan kematian. Proses ini biasanya berlangsung 6-7 hari.
Hakikat hukuman salib adalah kejamnya penyiksaan yang dirasakan oleh terhukum, bukan pada kematiannya, melainkan kematian merupakan hal yang diinginkan secepatnya oleh yang menjalaninya. Untuk mempercepat kematian, terhukum akan dipatahkan kedua tulang-tulang kakinya sehingga terhukum tidak punya tempat untuk menyanggah bobot tubuhnya dan kematiannya akan segera terlaksana. Tanpa prosesi ini, terhukum biasanya masih dapat bertahan berhari-hari sebelum menemui ajalnya.
Salib atau shalb berasal dari kata ash-shaliib yang berarti sumsum atau lemak. Dalam bahasa Arab dikatakan ash-haabush-shulubi, yakni orang-orang yang mengumpulkan al'idhaama (tulang) dan mengeluarkan sumsumnya serta mencampurkannya. Dipatahkannya tulang-tulang kaki (shalb-salib/patahkan tulang mengeluarkan sumsum) merupakan salah satu prosesi yang harus dilakukan kepada terhukum. Manusia yang hanya digantung dan tidak mati diatas kayu salib serta tidak menjalani prosesi penyaliban secara sempurna belum dapat dikatakan telah menjalani hukuman penyaliban.
Yesus Tidak Mati Di Tiang Salib
Sebelumnya Yesus telah diserahkan untuk menjalani penyaliban, tangannya dipaku dan kakinya diberikan penyanggah sebagaimana prosesi penyaliban pada umumnya. Fakta-fakta dalam Bible berikut akan membuktikan bahwa Yesus tidak mati disalib saat melalui tahapan penyaliban.
- Lama diatas tiang salib
Berdasarkan
penyebab kematian salib yang telah dipaparkan sebelumnya, dari tinjauan
medis kematian salib baru dapat terlaksana setelah berhari-hari. Berapa
lamakah Yesus diatas tiang salib?Menurut Bible, kaum Yahudi dan Romawi mengikat Yesus di kayu salib jam 12 siang (Matius 27: 46) dan pada jam 3 sore mereka telah menurunkannya, berarti Yesus digantung di kayu salib hanya sekitar 3 jam. Sedangkan dalam tinjauan medis, manusia yang menjalani prosesi penyaliban baru dapat mati minimal 2 hari secara perlahan, tidak ada yang mati dalam hitungan jam. Pertanyaannya, mengapa Yesus diturunkan begitu cepat?
Jawabannya karena dalam Taurat ada tertulis hukum:
Ulangan 21:23 Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk o(eh Allah, janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu menjadi milik pusakamu.
Jadi dikarenakan menurut hitungan hari Yahudi bahwa Hari Raya Sabath telah mulai sejak Jum'at petang (Pukul 18.00), maka tidak boleh ada najis (mayat orang terkutuk) yang menodai kesucian hari Sabath. Oleh karena itu haruslah tidak boleh ada orang yang tersalib. Sehingga Yesus harus segera mati di kayu salib dan langsung diturunkan.
- Peremukan tulang
Yohanes 19:31 ...maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Pada saat Yesus dihukum salib ada dua penjahat yang juga dihukum besertanya, namun tidak seperti Yesus, mereka masih nampak segar atau hidup, sehingga bagi mereka diperlukan cara cepat untuk menghabisi nyawa mereka dengan mematahkan tulang-tulang kaki yang menyangga tubuh mereka. Apakah prosesi ini juga dilakukan untuk Yesus?
Yohanes 19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Perlu diketahui bahwa dasar orang Yahudi dalam menyatakan Yesus telah mati adalah hanya dengan melihat, tidak menyentuh apa lagi merasakan denyut nadinya.
Analoginya jika kita melihat orang yang tergeletak dijalanan, maka setidaknya ada tiga persepsi yang muncul, yaitu bahwa orang tersebut tertidur, pingsan, atau mati. Untuk menghilangkan persepsi bahwa orang tersebut tertidur, cukup dilihat jika orang tersebut benar-benar tidak bergerak karena bagaimanapun orang tertidur tentu masih menggerakkan tubuhnya. Sedangkan untuk mengetahui apakah orang tersebut pingsan atau mati, maka hal yang harus dilakukan adalah tidak cukup dengan melihat saja, melainkan harus menyentuh dan merasakan denyut nadinya. Baru bisa ketahuan tentang kondisi orang tersebut.
Apakah standar tersebut dilakukan untuk mengetahui bahwa Yesus telah benar-benar mati? Tidak! Beginilah cara Allah yang direkam oleh Bible dalam menyelamatkan Yesus, yaitu dengan menyerupakan Yesus nampak seperti telah mati dan membiarkan tentara Romawi hanya melihat dan menduga-duga sehingga tidak berkeinginan mematahkan kakinya. Terlihat dalam nubuat.
Mazmur 34:21 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah.
- Penyebab kepingsanan
Yohanes 19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
Kata yang diterjemahkan menjadi anggur asam tersebut tertulis 'vinegar', bukan 'wine'. Vinegar memiliki efek stimulasi sementara sebagaimana obat amonia yang dicium dan bahkan dipakai untuk menstimulasi budak-budak pengayuh perahu kapal. Memberikan anggur yang dibumbui dengan Myrrh atau kemenyan kepada orang yang akan dihukum mati sebagai usaha untuk menghilangkan rasa sakit (efek narkotik) adalah sesuai dengan kebiasaan Yahudi.
Vinegar yang disebutkan Bible dalam bahasa Latin disebut 'Acetum/Acidus/Acere/Acida'. Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal minuman persembahan suci (Haoma Drink). Haoma Drink dibuat dari Juice tanaman Asclepias Acida. Efek minuman ini adalah membuat seseorang menjadi koma (mati suri). Untuk membuat ramuan Haoma Drink ini perlu keahlian agar takarannya tepat dan orang-orang dari golongan Yahudi Essenes yang mahir dalam bidang pengobatan/penyembuhan sangat mengenal ramuan minuman ini. Ramuan 'Swallowwort' (Asclepias Acida) memiliki efek "extreme sweating" & "a dry mouth", dan ini sesuai dengan apa yang dialami oleh Yesus.
Yohanes 29:28 berkatalah Ia : "Aku haus!"
Dan akibat dari ramuan inilah Yesus menjadi koma (mati suri) di tiang salib. Sehingga Yesus hanya pingsan diatas kayu salib dan tampak seperti telah mati.
- Penusukan lambung
Yohanes 19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Adalah
rahmat Allah bahwa ketika tubuh manusia tidak kuat menahan rasa sakit
atau nyeri yang amat sangat, maka tubuh akan pingsan. Tetapi pada
kondisi tubuh yang tidak bergerak, kelelahan dan posisi berdiri yang
tidak normal pada kayu salib, membuat aliran darah berjalan lamban.
Dengan adanya luka karena penikaman di pinggang, maka sirkulasi darah
mengalir teratur kembali. Perlu diketahui bahwa hal ini (darah mengalir)
hanya dapat terjadi pada tubuh yang mana jantungnya masih berdetak.
Dalam Ensiklopedia Biblica, pada artikel 'Cross' kolom 960 dikatakan:
"Yesus hidup kembali jika penikaman itu benar".Dan perlu diperhatikan kalimat "segera mengalir keluar" menandakan bahwa darah memancar dengan cepat dan hal itu menunjukan bahwa sebenarnya Yesus masih hidup manakala diturunkan dan hanya pingsan yang disangka telah mati oleh orang Yahudi dan Romawi. Dr. W.B. Primrose, seorang ahli anastesi RS. Royal Glasgow dalam tulisan beliau dalam harian 'Thinker Digest' mengatakan: "Bahwa air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syaraf pada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban".
- Murid rahasia
Kepingsanan Yesus di atas tiang salib sehingga dia tampak mati tidak terlepas dari pekerjaan golongan Essenes tersebut. Para murid rahasia Yesus dari golongan Essenes bekerja sama dengan Pilatus telah memberikan Haoma Drink ini kepada Yesus sebelum dia di paku di tiang salib dan ini merupakan rencana rahasia untuk menolong Yesus. Itulah mengapa Yesus merasa kehausan seperti yang telah diterangkan dimuka.
Beginilah cara Allah menyelamatkan utusan-Nya melalui tangan pengikut atau murid setianya yang bekerja secara rahasia sehingga Yesus melalui prosesi penyaliban dengan selamat.
- Turun dari kayu salib
Peristiwa ini adalah rencana Allah yang karenanya para murid rahasia Yesus (bukan yang 12 orang dimana mereka semua melarikan diri sewaktu pengadilan) dapat mendekati tiang salib, menurunkan jasad Yesus, dan mengurus Yesus. Adalah Nikodemus dan Yusuf Arimatea (pengikut Yesus dari golongan Essenes) yang telah meminta jasad Yesus kepada Pilatus.
Yohanes 19:38 Sesudah itu Yusuf dari Arimatea -- ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi -- meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.
Nikodemus,
Yusuf Arimatea, Maria Magdalena, dan murid-murid rahasia lainnya dari
Essenes lah yang menolong dan mengurus tubuh Yesus setelah diturunkan
dari tiang salib. Perlu diingat bahwa kondisi dan situasi saat itu
sangat genting, karena jika orang Yahudi mengetahui bahwa Yesus masih
hidup maka mereka akan mencoba membunuh Yesus untuk yang kedua kali.Penyembuhan Dalam Kuburan
Dengan amat menjaga kerahasiaan misi penyelamatan, Yusuf Arimatea dan Nikodemus juga Magdalena membawa jasad Yesus yang telah dibungkus dalam kain kafan menuju ruang kubur dan meletakan Yesus di sana serta menutup pintu kubur dengan batu. Bentuk kuburan Yahudi masa itu tidaklah seperti model kuburan sekarang pada umumnya. Kuburan tersebut seperti ruangan bawah tanah dimana terdapat celah-celah sehingga udara bebas keluar masuk. Jim Bishop dalam buku 'The Day Christ Died', mengatakan bahwa pekuburan tersebut berukuran lebar 5 kaki, tinggi 7 kaki dan kedalaman 15 kaki dengan balkan-balkan di dalamnya yang bagi orang-orang gelandangan pasti mau memakainya sebagai tempat tinggal.

Mayat tidak ditanam ke dalam tanah, melainkan diletakkan di atas batu yang ada di dalam ruang kubur yang sengaja dibangun berbentuk semacam gua atau tempurung dan mempunyai pintu. Bentuk kuburan seperti ini memungkinkan orang-orang bebas memasukinya, seperti yang dilakukan Nikodemus.
Yohanes 19:39 Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya.
Nikodemus datang dan memasuki kuburan Yesus pada waktu malam. Pertanyaannya mengapa Nikodemus datang ke kuburan dengan membawa ramu-ramuan? Yusuf dan Nikodemus adalah kaum Essenes yang terpelajar khususnya dibidang ilmu pengobatan. Merekalah yang merawat dan mengolesi tubuh Yesus dengan salep obat untuk menyembuhkan luka-luka akibat hukuman sebelumnya. Mereka membawa banyak sekali (100 Pounds) rempah-rempah obat myrr dan gaharu untuk dilulurkan ke tubuh Yesus yang terluka. Hal yang sama dilakukan oleh Maria Magdalena.
Markus 16:1
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta
Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.Pertanyaannya adalah Mengapa Maria Magdalena pergi ke sana? Untuk meminyaki Yesus. Dalam bahasa Ibrani meminyaki adalah 'masaha' yang juga bermakna mengusap atau memijat. Apakah orang-orang Yahudi memijat mayat setelah tiga hari? Tidak! Lalu mengapa seorang Yahudi ingin memijat mayat yang sudah membusuk setelah tiga hari?
Kita tahu bahwa setelah tiga jam meninggal, maka mayat akan menjadi kaku. Dalam tiga hari, mayat akan membusuk dimana sel-sel tubuh akan pecah dan terurai. Jika seseorang menggosok mayat yang sudah membusuk maka mayat tersebut pasti akan hancur berantakan. Apakah penggosokan itu masuk akal? Tidak! Tidak jika hal itu dilakukan untuk jenazah yang tidak bernyawa, tapi sangat masuk akal jika hal tersebut dilakukan untuk manusia yang sedang menjalani proses pengobatan dalam peyembuhan dari siksaan-siksaan yang diterima sebelumnya.
Demikianlah jasad Yesus yang telah dilulur obat rempah-rempah ditidurkan dalam ruang kubur yang berbentuk gua dan berada dalam perawatan dari murid-murid rahasianya.
Penyamaran Di Hadapan Maria
Pada hari minggu pagi Maria Magdalena berjalan sendirian menuju kuburan Yesus. Manakala Maria tiba di kuburan, dia terkejut karena melihat batu penutup pintu kubur sudah bergeser sehingga kuburan terbuka, dan di dalam kubur tersebut tubuh Yesus sudah tiada.
Yohanes 20:1 Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Tentu Yesus lah yang telah menggeser batu tersebut karena dia telah sadar dan siuman dari komanya serta sudah hampir pulih dari kesakitan yang dia alami selama ini. Yesus tidak pergi kemana-mana, ia masih ada disekitar pekuburan itu dan melihat Maria Magdalena yang kebingungan.
Yohanes 20:15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."
Pertanyaannya, mengapa Maria menyangka sosok Yesus sebagai penunggu taman? Apakah orang yang baru sadar dari pingsannya dengan penuh luka ditubuhnya tampak seperti penunggu taman? Yesus terlihat seperti penunggu taman karena dia sedang menyamar. Untuk apakah Yesus menyamar? Karena dia takut ketahuan orang Yahudi, penjaga yang disuruh untuk menjaga kuburan Yesus juga masih ada disekitar sana.
Mengapa Yesus harus takut ketahuan oleh orang Yahudi? Karena dia belum mati. Yesus tidak ingin ketahuan penjaga tersebut bahwa dirinya masih hidup, karena jika hal itu terjadi, maka orang Yahudi akan mencoba untuk membunuh dan menyalib dirinya untuk kedua kalinya. Jika Yesus bangkit dari kematian, maka Yesus tidak punya alasan lain untuk menyamar dan takut untuk pencobaan pembunuhan yang kedua kalinya.
Yesus
tidak ingin Maria diliputi kebingungan dan kesedihan lebih lama, dia
pun menjelaskan kepada Maria siapa dirinya yang berdiri dihadapan Maria
cukup dengan menyebut nama Maria sehingga Maria langsung mengetahui
bahwa yang dihadapannya adalah sosok gurunya.Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus.
Yohanes 20:17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, ...
Mengapa Yesus melarang Maria menyentuh dirinya? Pertama karena tubuhnya meski sudah pulih tentu masih mengalami rasa nyeri akibat penyiksaan fisik sebelumnya, dan kedua dia tidak ingin ada orang lain yang mencurigai penyamarannya. Kemudian Yesus berkata.
Yohanes 20:17 ...sebab Aku belum pergi kepada Bapa,...
Maksud Yesus tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah bahwa dirinya masih hidup dan belum mengalami kematian. Yesus berkata dia belum pergi kepada Bapa, dia belum meninggal, dia masih hidup.
Menemui Murid-Muridnya
Setelah peristiwa itu, Maria pergi kepada kesebelas murid Yesus untuk menyampaikan berita tersebut. Yesus sendiri bertemu dengan dua orang muridnya yang sedang menuju Emaus. Yesus belum membuka penyamarannya kepada mereka, mereka bercakap-cakap selama perjalanan.
Lukas 24:19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.
Perlu diketahui bahwa murid-murid Yesus saja mengakui Yesus hanyalah seorang Nabi dan tidak pernah mengklaim gurunya tersebut sebagai Tuhan. Lanjut cerita, mereka sudah hampir sampai ke Emaus dan mengajak Yesus yang mereka kira orang asing tersebut menginap dan makan bersama mereka.
Lukas 24:30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Dari cara Yesus mengucapkan berkat dan membagikan makanan barulah tersadar ke dua murid Yesus bahwa yang selama ini ada bersama mereka adalah guru mereka, namun manakala mereka menyadari hal ini, Yesus telah berlalu dan pergi meninggalkan mereka. Mereka mengabarkan peristiwa yang mereka alami kepada murid lainnya, namun murid lainnya tidak percaya.
Markus 16:13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
Singkat cerita, setelah semua kejadian tersebut, Yesus pun menemui dan menampakkan dirinya dengan jelas kepada murid-muridnya.
Lukas 24:36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Yesus telah menampakkan diri kepada murid-muridnya, tapi murid-muridnya tidak percaya. Alasannya adalah karena dalam benak dan pikiran mereka bahwa Yesus telah mati sehingga berpikir bahwa sosok dihadapan mereka adalah hantu.
Lukas 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Mereka tidak mengetahui apa yang telah terjadi terhadap Yesus dan penyelamatan rahasia yang direncanakan terhadapnya, karena mereka tidak berada disisi Yesus menjelang penyaliban melainkan melarikan diri. Sehingga sangat wajar jika mereka mengira Yesus adalah hantu, untuk itu Yesus pun meyakinkan mereka.
Lukas 29:39-4024:39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
24:40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
Kemudian pada akhirnya murid-muridnya tersebut percaya bahwa sosok yang ada dihadapan mereka adalah Yesus yang masih hidup dan selamat dari penyiksaan dan penyaliban.
Tanda Nabi Yunus
Perhatikan, kronologis semua peristiwa sejauh ini adalah penggenapan atas apa yang telah dikatakan oleh Yesus jauh sebelum peristiwa penyaliban. Manakala orang-orang Yahudi tetap tidak mau mengerti dan menerima misi kerasulan beliau, dan orang-orang Yahudi itu tetap meminta tanda-tanda ajaib kepada Yesus.
Lukas 11:29-30
11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Matius 12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
Jadi bagi orang Yahudi tiada tanda ajaib akan diberikan kecuali tanda ajaib yang seperti mukjizat Nabi Yunus. Bagaimanakah tanda ajaib Nabi Yunus itu? Seperti kita ketahui bahwa Nabi Yunus diutus oleh Allah, dan seperti yang terdapat dalam riwayat Al-Qur'an dan Bible bahwa Nabi Yunus berlayar dengan sebuah kapal, ditengah samudera datang badai dan orang-orang di kapal percaya bahwa untuk membuang sial maka harus ada satu orang yang dilemparkan ke laut. Singkat cerita Nabi Yunus lah yang dilemparkan ke laut dalam kondisi HIDUP. Dan di laut Nabi Yunus ditelan oleh ikan Paus dan masuk ke dalam perut ikan, apakah dia mati? Tidak! Setelah tiga hari tiga malam di dalam perut ikan, maka ikan itu memuntahkan keluar Nabi Yunus dari dalam perutnya, apakah dalam keadaan mati? Tidak! Nabi Yunus tetap HIDUP, dan dia menemui orang Ninewe dan mereka pun menerima Nabi Yunus.
Jadi perhatikanlah tanda ajaib Nabi Yunus, dia di hukum dalam keadaan HIDUP, di dalam perut ikan dalam keadaan HIDUP, dan keluar dari perut ikan dalam keadaan HIDUP. Inilah tanda ajaib yang sama dialami oleh Yesus, Yesus dihukum dalam keadaan HIDUP, dia dimasukkan ke dalam perut bumi (kuburan gua) dalam keadaan HIDUP, dan siuman dari pingsan dan keluar dari perut bumi dalam keadaan HIDUP.
Reaksi Yang Berbeda
Ada perbedaan reaksi yang dapat anda rasakan antara Maria Magdalena dengan kesebelas murid Yesus mengenai "kebangkitan" Yesus. Maria Magdalena adalah orang pertama yang menemui Yesus dalam keadaaan sadar setelah turunnya Yesus diatas kayu salib. Perhatikan reaksi Maria setelah mengetahui bahwa sosok yang berbicara dengannya di pemakaman adalah Yesus.
Yohanes 20:16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.
Maria gembira dan bahagia setelah mengetahui bahwa sosok yang dihadapannya adalah Yesus yang telah siuman. Maria langsung ingin merangkul gurunya, tapi ditahan oleh Yesus. Bandingkan dengan reaksi kesebelas murid Yesus setelah menemuinya.
Lukas 24:37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
Kesebelas muridnya justru terkejut, takut, penuh keraguan dan bahkan mengira dihadapan mereka adalah hantu Yesus. Pertanyaannya, mengapa terjadi perbedaan reaksi yang bertolak belakang antara Maria dengan kesebelas murid Yesus tersebut?
Jawabannya jelas adalah karena Maria Magdalena mengetahui bahwa Yesus masih hidup sewaktu turun dari kayu salib, dia dengan setia merawatnya bersama murid rahasia lainnya dalam pekuburan. Maria adalah saksi yang melihat penyaliban Yesus, sebagai murid rahasia bersama dengan Yusuf dan Nikodemus yang kemungkinan telah bekerja sama dengan Pontius Pilatus untuk rencana penyelamatan, sangat wajar jika dia gembira melihat guru yang dia rawat akhirnya siuman dan sadarkan diri.
Berbeda dengan kesebelas muridnya, mereka bukan saksi yang melihat Yesus dari dekat, kemungkinan hanya dari jauh ataupun hanya mendengar desas-desus dari orang sekitar. Apalagi mereka sama sekali tidak mengetahui adanya rencana penyelamatan Pontius Pilatus dengan murid rahasia dari golongan Essenes tersebut karena mereka sudah terlanjur lari ketakutan sewaktu penangkapan Yesus untuk diadili.
Markus 14:50 Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.
Sehingga wajar saja jika mereka merasa heran, ketakutan, dan tidak dapat menerima fakta begitu saja bahwa Yesus ternyata masih hidup dan tengah berbicara kepada mereka.
Inilah Faktanya
Semua fakta-fakta diatas yang disadur berdasarkan kronologis dalam Bible sendiri secara nyata telah menunjukkan bahwa Yesus tidak mati di tiang salib, melainkan selamat dari penyaliban. Berikut kami uraikan fakta-fakta tersebut kembali.
- Fakta pertama, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia tidak ingin mati disalib! Yesus bersama muridnya melakukan strategi pertahanan dan penyerangan dalam menahan penangkapan orang Yahudi, dia berdoa di taman Getsemani meminta dibebaskan dari cawan kematian salib, dia membela diri dihadapan Imam Besar dan Pilatus.
- Fakta kedua, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia orang yang benar! Pilatus tahu bahwa Yesus orang benar sehingga tidak seharusnya mati disalib, istri Pilatus pun mengetahui hal yang sama lewat mimpinya. Yesus telah berdoa dengan penuh kesalehan dibebaskan dari kematian salib, doa orang yang benar sangat besar kuasanya.
- Fakta ketiga, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia hanya sebentar di atas kayu salib! Menurut pengamatan medis bahwa secara normal manusia baru dapat mati di tiang salib setelah mengalami proses berhari-hari, Pilatus mengetahui hal ini sehingga kaget sewaktu mendengar berita tentaranya bahwa Yesus telah mati hanya dalam waktu beberapa jam.
- Fakta keempat, Yesus tidak mati di tiang salib karena tulang kakinya tidak dipatahkan! Peremukan tulang adalah alternatif tercepat untuk mematikan seorang yang digantung di kayu salib, jika tidak maka kematian masih dapat ditunda berhari-hari. Yesus tidak diremukkan kakinya karena dikira telah mati dan sesuai dengan nubuat.
- Fakta kelima, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia pingsan sehingga tampak mati! Semua telah diatur sebagai rencana penyelamatan murid rahasia Yesus. Penusukan lambung Yesus sehingga memancar darah dan air membuktikan bahwa organ-organ tubuhnya masih berfungsi.
- Fakta keenam, Yesus tidak mati di tiang salib dan turun dengan selamat! Semua hal yang telah terjadi pada Yesus saat melalui proses penyaliban adalah pembuktian bahwa Yesus masih bernyawa sewaktu turun diatas kayu salib.
- Fakta ketujuh, Yesus tidak mati di tiang salib karena menjalani perawatan dalam kuburan! Bentuk kuburan yang memungkinkan untuk ditinggali makhluk bernyawa serta datangnya murid-murid rahasia Yesus membawa ramu-ramuan dan rempah-rempah menunjukkan bahwa Yesus yang bernyawa sedang dalam masa penyembuhan.
- Fakta kedelapan, Yesus tidak mati di tiang salib karena dia menisbahkan tanda Nabi Yunus untuk dirinya! Yunus masuk dalam perut ikan Paus hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut ikan Paus hidup-hidup, dan keluar dari perut ikan Paus dalam keadaan hidup. Begitu juga dengan Yesus, masuk dalam perut bumi hidup-hidup, menjalani kehidupan sementara dalam perut bumi hidup-hidup, dan keluar dari perut bumi dalam keadaan hidup.
- Fakta kesembilan, Yesus tidak mati di tiang salib dilihat dari perbedaan reaksi orang yang dia temui! Maria Magdalena bahagia dan gembira melihat Yesus, karena Yesus sadar dari koma. Berbeda dengan kesebelas muridnya ketakutan dan penuh keraguan melihat Yesus, karena dalam pikiran mereka Yesus telah mati dan bangkit sebagai hantu.
- Fakta kesepuluh, Yesus tidak mati di tiang salib dan tidak bangkit dari kematian! Berdasarkan pemaparan cermat diatas.
Demikianlah fakta tak terbantahkan dari Bible sendiri bahwa Yesus tidak lah mati di tiang salib, melainkan selamat dengan cara yang menakjubkan. Dengan begini gugurlah sudah harapan dan modal Kristiani yang mempercayai Yesus harus mati di tiang salib untuk menebus dosa-dosa dan bangkit lagi dari matinya. Kajian dan penelitian secara cermat dan objektif menggunakan sumber Kristen sendiri telah memunahkan dogma yang mereka anut bertahun-tahun dan dipercaya sebagai satu-satunya faktor memperoleh keselamatan.
Paulus berkata:
I Korintus 15:14Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
Dengan begini, kepercayaan Kristiani terhadap berbagai dogma Kristen sia-sia belaka. Penyelamatan melalui darah Yesus hanyalah mitos publik yang tidak akan pernah dirasakan oleh siapapun. Kebangkitan sebagai bentuk kemenangan hanyalah kisah fiktif yang dibungkus dengan kebohongan dan didramatisir sedemikian rupa. Kita telah sampai pada kesimpulan akhir yang menjanjikan. Tidak ada kematian di tiang salib, tidak ada penyelamatan. Tidak ada kebangkitan, tidak ada kekristenan!
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk

Kontroversi Paulus Rasul Kristen
Paulus adalah oknum yang paling berjasa dalam pembentukan dogma ajaran Kekristenan. Sebagai tokoh yang merupakan fondasi utama agama Kristen, bahkan Michael H. Hart, penulis buku '100 Orang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Dunia' dalam daftar bukunya konon ragu menempatkan nama Paulus dibawah nama Yesus. Pasalnya ajaran Kristen dan perkembangannya didominasi oleh Paulus Tarsus. Dapat dilihat dalam Bible sendiri terdapat 14 (empat belas) surat Paulus yang dikirim kepada jemaat untuk memperkokoh doktrinnya serta surat pengikut Paulus yang mencatat kesaksiannya.
Surat-surat Paulus yang mengandung kisah dan doktrinnya mendominasi tempat dalam Perjanjian Baru. Bandingkan dengan kisah Yesus yang hanya dicatat 4 (empat) Injil Kanonik, itupun kisah yang sama antara penulis Injil Kanonik tentang kelahiran sampai penyaliban Yesus, hanya saja ada perbedaan versi yanSiapakah Paulus Tarsus?
Filipi 3:6 tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat.
Sejak muda Paulus sangat tertarik pada kebudayaan Yunani (Heleneisme), terutama pelajaran filsafatnya. Ini karena pada zamannya kota Tarsus merupakan kota perniagaan yang ramai dan merupakan pelintasan dari Timur ke Eropa (Roma). Pada masa itu juga dikota Tarsus terdapat lembaga pendidikan Yunani, candi dewa-dewa, berhala peribadatan Yunani, dan tempat hiburan lainnya yang disukai orang-orang Yunani. Sehingga ilmu yang didapat Paulus banyak dari persinggungannya terhadap orang Yunani dan kebudayaannya. Berkenaan dengan ilmu yang dimiliki Paulus, dia mengaku terus terang bahwa dia belajar ilmu kepada orang-orang bodoh, orang-orang bijak, dan kepada filosof-filosof yang secara khusus ditujukan kepada orang Yunani.
Roma 1:14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang yang tidak terpelajar.
Dengan demikian, tergabung dalam dirinya dua pengaruh:
Pertama, pengaruh didikan berdasarkan hukum Taurat yang kuat dari keluarganya.
Kedua, pengaruh kebudayaan Yunani yang mempengaruhi masyarakat dikota itu.
Dua pengaruh tersebut sangat menentukan kehidupan Paulus nanti sebelum dan sesudah dia mengaku rasul.
Mengenai Paulus, dia bukanlah orang Nazareth dan bukan pula orang Yerusalem. Hal ini membuktikan sejak muda hingga tua Paulus tidak pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus. Semasa hidupnya Paulus tidak pernah bertatap muka dan berhubungan langsung dengan Yesus. Paulus bukanlah murid Yesus juga bukan pengikutnya baik di Yerusalem atau di Nazareth. Bahkan sebaliknya justru Paulus merupakan musuh dari pengikut-pengikut Yesus (Nabi Isa) dan bertindak kejam sekali terhadap mereka, dia mengambil peranan penting dalam menganiaya orang-orang Nasrani generasi awal.
Banyak orang Nasrani dipenjarakannya, dianiaya dalam rumah sembahyang, dan dipaksa menyangkal Yesus. Paulus juga menyetujui pembunuhan terhadap orang Nasrani karena dia memandang para pengikut Yesus hanya sebagai ancaman agama dan politik terhadap negara. Oleh karena itu, dia menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat pedih dan mengusir mereka baik didalam ataupun diluar Yerusalem (Al-Quds) Kisah Para Rasul 8:3 Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara.
Galatia 1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
I Korintus 15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
Nasrani generasi awal yang dimaksud bukanlah yang menuhankan Yesus atau mengakui Yesus sebagai Tuhan, melainkan yang berpendirian tetap bahwa Yesus hanyalah utusan Allah. Dimana setelah munculnya Kekristenan Paulus yaitu Trinitarian, Nasrani pertama tersebut akrab dikenal sebagai kaum Unitarian. Dan setelah melalui keputusan Konsili Nicea 325 H dimana didominasi kaum Trinitarian, kaum Unitarian tersebut kemudian ditangkap, disiksa, dibunuh, dan dianggap sesat karena mempertahankan ajaran Tauhidnya.
Benarkah Paulus Seorang Rasul?
Setelah mengetahui bahwa pada dasarnya Paulus bukanlah siapa-siapa dari Yesus, bukan muridnya bahkan adalah musuh pengikutnya, sekarang kontroversi yang akan dibahas adalah pengakuan Paulus sebagai rasul. Terkait kerasulannya, dongengnya seperti ini: "Ketika Paulus diserahi tugas untuk menganiaya, membunuh, dan menghabisi umat Nasrani (Bukan Kristen, karena Kristen produk Paulus jauh sesudah Nasrani) dari Yerusalem menuju Damsyik, tiba-tiba Paulus melihat cahaya dari langit (Ini kesaksian Paulus sendiri, bukan dari orang lain) lalu didengarnya suara mengatasnamakan Yesus. Dan dari suara itu, kata Paulus, Yesus telah mengangkatnya sebagai rasul!". Dongeng tersebut dicatat Lukas dari kesaksian Paulus seorang.
Kisah Para Rasul 9:1-9
9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
9:5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
9:6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
9:7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.
9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.
Surat ini dicatat Lukas, murid Paulus yang hanya mendengar cerita ini dari Paulus sendiri dan bukanlah saksi mata dari perjalanan Paulus. Lukas tidak pernah berjumpa dengan Yesus, dia adalah seorang tabib kemudian beralih profesi menjadi alat Kristen, pengikut Paulus. Mungkin dia terpengaruh oleh Paulus yang terlalu banyak berbicara dongeng menakjubkan terkait ambisinya untuk meniadakan Taurat dan Injil. Berita tentang Paulus yang mendapat ilham dari Yesus ketika didekat kota Damsyik sebagaimana yang diterangkan oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul, ternyata kontradiktif satu dengan yang lainnya.
Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 9:7:
"Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun." Tetapi dalam Kisah Para Rasul 22:9:
"Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar."
Dalam KIS 9:7 dikatakan teman seperjalanan Paulus mendengar suara itu tapi tidak melihat sumber suara, sedang dalam KIS 22:9 justru sebaliknya bahwa teman seperjalanan Paulus melihat sumber suara tapi suara tersebut tidak mereka dengar. Kesaksian Paulus yang mana yang harus dipercaya?
Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 9:4:
"Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Tetapi dalam Kisah Para Rasul 26:14:
"Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang."
Dalam KIS 9:4 dikatakan Paulus (tunggal) sendiri rebah ketanah, sedang dalam KIS 26:14 dikatakan bukan hanya Paulus yang rebah, tapi teman seperjalannya (jamak) juga ikut rebah. Kesaksian Paulus yang mana yang harus dipercaya?
Dikatakan dalam Kisah Para Rasul 9:8:
"Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik."
Tetapi dalam Kisah Para Rasul 26:16:
"Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti."
Dalam KIS 9:8 diceritakan bahwa Paulus setelah bangun dia buta dan tidak dapat melihat apa-apa, sedang dalam KIS 26:16 diceritakan setelah Paulus bangun dia melihat Yesus menampakkan diri dan menerima tugas pelayanan, berarti tidak buta. Kesaksian Paulus yang mana yang harus dipercaya?
Menurut pengetahuan psikologi (ilmu jiwa), jika seseorang menceritakan beberapa kali sebuah peristiwa yang sama dan ceritanya berbeda-beda atau kontradiktif satu dengan lainnya padahal kisah tersebut dari mulutnya seorang, dapat divonis cerita itu bohong atau rekayasa. Dengan demikian dapat disinyalir pembawa cerita mengalami gangguan saraf alias tidak normal.
Banyak teolog berpendapat bahwa Paulus ketika itu mengalami tekanan jiwa akibat dua hal:
1. Saat itu hari sangat panas karena tengah hari (Kisah Para Rasul 22:6). Paulus sudah hampir tiba di Damsyik, kenyataan ini menunjukkan dia sudah kelelahan dan kepayahan ketika akan mencapai tujuannya dengan berjalan kaki (long mars) dari Yerusalem.
2. Pikirannya bingung dengan luapan emosi tak terkontrol untuk segera menyiksa umat Nasrani, akibatnya Paulus jatuh pingsan. Ketika siuman, suara hatinya menegurnya agar tidak lagi berlaku kejam terhadap orang Nasrani, lalu dikhayalkan seolah Yesus lah yang menegurnya. Dari sinilah kesaksian Paulus menjadi-jadi. Seandainya Paulus orang sadar, seharusnya dia berhenti dari kejahatannya dan tidak perlu berusaha merusak ajaran Yesus dengan ajaran yang dibangunnya. Tapi apa daya suara hatinya tidak cukup mampu untuk membangunkan Paulus dari kejahatannya, dia hanya beralih profesi dari penganiaya jemaat menjadi penyesat jemaat. Ini membuatnya memiliki misi baru yaitu merusak ajaran Yesus dari dalam.
Dengan bekal ilmu filsafat Yunani dan kepiawaiannya berbicara, akhirnya Paulus berhasil mengangkat dirinya menjadi rasul pada ajaran yang dibangunnya sendiri berdasarkan teologi mazhab STOA yang dapat menyamakan kedudukan Tuhan dengan makhluk ciptaan-Nya. Secara realistis kerasulan Paulus diangkat dari pengakuannya sendiri tanpa adanya rekomendasi dari Yesus apalagi dari Tuhan.
Nubuat Penyesatan Paulus
Banyak dalam nubuat Yesus mensinyalir kepada muridnya agar selalu "waspada" terhadap berbagai bentuk penyesatan.
Matius 7:15 Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Pertanyaannya, apakah Paulus adalah "serigala"? Jawabannya tentu ya! Semua Kristiani sendiri mengetahui bahwa sebelum Paulus mengaku rasul, dia adalah penganiaya pengikut Yesus sampai mati, ganas, tanpa batas, dan penghujat (Filipi 3:6; Kisah Para Rasul 8:1-3; 22:4-5; 26:10-11; Galatia 1:13; I Timotius 1:13; I Korintus 15:8-9; Kisah Para Rasul 9:1-2).
Setelah pengakuan Paulus bahwa dia diangkat menjadi rasul, lalu apakah yang terjadi dengan ajaran Yesus? Benarkah Paulus melestarikan ajaran Yesus atau malah merusak ajaran Yesus? Jawaban dari pertanyaan ini sangat menentukan. Tanpa ada niat untuk memvonis tanpa dasar, lihatlah perbedaan-perbedaan pokok ajaran Yesus dan ajaran Paulus berikut:
a. Semua khotbah Yesus dalam Injil Kanonik menitikberatkan tentang "Kerajaan Allah yang akan datang", sedangkan Paulus menitikberatkan pada "Kedatangan Yesus pada kali yang kedua". Kedatangan kali yang kedua dipahami Kristiani bahwa Yesus akan datang sebagai Tuhan untuk menghakimi manusia, tentu ini penyesatan yang berbeda dengan ajaran Yesus.
b. Yesus tidak pernah membicarakan tentang "dosa warisan". Yesus mengajarkan anak-anak itu suci dan empunya kerajaan sorga:
Markus 10:14 Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
Perjanjian Lama secara eksplisit membantah adanya dosa waris:
Ulangan 24:16 Jangan ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.
Sebaliknya ini merupakan ajaran Paulus:
Roma 5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.
c. Yesus mengajarkan "Pengampunan dari Tuhan bagi orang yang bertobat melalui ucapan, sikap, dan perbuatan", sedangkan Paulus mengajarkan "Pengampunan Tuhan atas dosa manusia semata-mata karena pengorbanan penyaliban Yesus Kristus dikayu salib".
Ajaran Yesus dan Paulus mustahil dapat didamaikan selagi manusia bersikeras pada prinsip salah alias tidak jujur untuk mengakui kesesatan dan kelemahan tulisan Paulus.
d. Yesus tetap mengakui legitimasi "Hukum Taurat" berlaku bagi para pengikutnya:
Matius 5:17-19
5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Sementara Paulus berpendapat Hukum Taurat sudah diganti dengan "Iman kepada penyaliban Yesus" dalam rangka menebus dosa manusia:
Galatia 2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
Dengan demikian, menurut Paulus, syariat Tuhan tidak berlaku lagi. Padahal Hukum Taurat merupakan bagian dari ajaran Yesus yang wajib dilaksanakan oleh umatnya sesuai perkataan Yesus sendiri.
e. Yesus mengajarkan Injil dalam lingkungan Yahudi dan melarang muridnya menyimpang dari jalan bangsa lain selain umat Israel:
Matius 15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Matius 10:5-6 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Sedangkan Paulus menafsirkan Injil berlaku pula pada umat non-Yahudi:
Roma 11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,
Kisah Para Rasul 13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
f. Yesus disunat sesuai ajaran Taurat:
Lukas 2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
Perjanjian Lama sangat menekankan perintah sunat:
Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.
Sebaliknya Paulus menganggap bersunat tidaklah penting:
Galatia 5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.
Sunat adalah manifestasi perjanjian yang kekal antara Allah dengan Abraham dan keturunannya, yang tidak bisa dibantah oleh siapapun.
g. Yesus menolak dirinya dipertuhankan, dia sendiri mengaku hanya utusan Allah Yang Maha Esa:
Matius 4:10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
Markus 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Sedangkan Paulus mengangkat Yesus sebagai Tuhan:
I Korintus 8:6 Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
Paulus berusaha mendoktrin orang lain bahwa hanya dengan meyakini Yesus sebagai Tuhan dan percaya Yesus telah bangkit diantara orang mati maka ia akan diselamatkan. Dalam ajaran Paulus/Kristen, Yesus lebih dipromosikan sebagai Tuhan dibandingkan dengan Tuhan Allah. Bandingkan dengan pernyataan-pernyataan Yesus yang lebih menonjolkan Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.
Masih banyak perbedaan antara ajaran Yesus serta ajaran Paulus, agaknya dasar dari pokok ajaran diatas sudah cukup mewakili karena masih banyak nubuat-nubuat yang disampaikan Yesus untuk selalu "waspada" yang akan dibahas selanjutnya. Dapat dilihat realitasnya ajaran Kristen dewasa ini lebih dekat kepada doktrin yang dikembangkan Paulus dan sangat jauh dari ajaran Yesus yang murni. Jika pertanyaannya dikembalikan apakah Paulus melestarikan ajaran Yesus atau malah merusak ajaran Yesus? Atau sederhananya benarkah Paulus serigala berbulu domba itu? Biar diri anda sendiri yang menjawabnya.
Nubuat Yesus lainnya dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut:
Matius 24:4-5 Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Markus 13:5-6 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Lukas 21:8 Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.
Yesus memperingati muridnya agar waspada terhadap penyesat yang akan datang atas nama Yesus serta mengaku dan berperilaku seakan sebagai mesias. Redaksi Lukas mencatat bahwa saatnya sudah dekat. Dalam surat Paulus memang tidak ada ayat yang secara eksplisit mengatakan Paulus mengaku sebagai mesias, tapi mengingat sepak terjang Paulus dalam mengaku rasul untuk membengkokkan ajaran Yesus serta memutarbalikkannya lantas meracik ajaran baru dengan modal itu, maka sangat pantas Paulus dikatakan "penyelamat" bagi jemaat Kristen. Yang jelas bukan ajaran Yesus karena Kristen adalah produk buatan Paulus.
Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
Dogma keselamatan yang diyakini Kristiani semuanya hanya berdasarkan inisiatif Paulus belaka, bukan jalan yang diperkenankan Yesus untuk memporoleh hidup yang kekal. Simaklah cara Paulus menguatkan statusnya.
Mulanya Paulus mengaku diangkat sebagai rasul dan mulai mengirimkan surat kepada jemaat:
Roma 1:1 Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.
Paulus kemudian memaksakan kehendaknya untuk diakui sebagai rasul:
I Korintus 9:1-3
9:1 Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan?
9:2 Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku.
9:3 Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.
Terlihat jelas dalam keadaan terdesak atas tuduhan orang Korintus terhadap dirinya, membuat Paulus berargumen: "Bukankah aku adalah rasul?". Secara filosofis makna kalimat ini mengandung unsur kesombongan sekaligus kekhawatiran dan ketakutan terbongkarnya rahasia bahwa dia bukanlah seorang rasul.
Setelah statusnya membaik dalam masyarakat, Paulus mulai membanggakan diri dan ingin derajatnya disandingkan dengan rasul lain bahkan lebih:
II Korintus 12:11 Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu.
Seperti yang kita lihat bahwa Paulus mengakui kebodohannya secara terang-terangan, meskipun demikian dia berusaha untuk mendapatkan simpati dan pujian dari masyarakat.
Seiring statusnya makin menanjak, lalu apa yang terjadi?
I Korintus 4:15-16 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu. Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
Perhatikan kalimat "Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu", secara tersirat Paulus mengatakan bahwa dia sama dengan Yesus dan mengatakan dia adalah "bapa" bagi pengikutnya. Ayat ini secara implisit merupakan pengakuan bahwa Paulus setara dengan Yesus dengan kata lain tuhan! Paulus juga menyuruh orang-orang untuk mengikuti teladannya, bukan teladan Yesus. Teladan apa yang mungkin dapat ditiru dari pribadi Paulus?
Roma 3:7 Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
Filipi 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.
Secara jujur Paulus mengakui bahwa dia berdusta atas nama Allah dan Yesus, meskipun begitu dia tetap saja memberikan alasan-alasan yang tidak mendukung dalam membela diri.
Paulus bersifat bunglon dan munafik:
I Korintus 9:20-22
9:20 Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.
9:21 Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Dalam meluluskan usahanya, Paulus melakukan berbagai cara yang egoistis atau mau menang sendiri. Terlihat dalam suratnya Paulus menjadi apa saja untuk beradaptasi kepada masyarakat agar mendapatkan banyak pengikut. Dari sini dapat dideteksi bahwa Paulus bukanlah seorang rasul. Dalam kondisi apapun, seorang rasul dan nabi tidak mungkin melakukan yang seperti Paulus lakukan dalam membuat orang-orang percaya kepadanya. Seorang rasul dan nabi dari Allah sewaktu dihadapkan pada umatnya yang masih kafir, tidak mungkin mau ikut-ikutan atau pura-pura kafir untuk menjadikan kaumnya sebagai pengikutnya.
Tidak mungkin seorang rasul dan nabi sewaktu diutus kepada kaum penyembah berhala, malah turut menjadi penyembah berhala juga. Seorang rasul dan nabi dalam menyebarkan ajaran Allah melalui cara transparan untuk mengenalkan ajarannya walaupun awalnya dia dimusuhi. Seorang rasul akan mengenalkan ajaran tersebut dengan intensif tanpa metode "bunglon" seperti yang dilakukan Paulus. Dari sini jelas bahwa Paulus bukanlah rasul pembawa ajaran yang benar, karena yang dia lakukan hanyalah berusaha merekrut pengikut sebanyak-banyaknya, menjadi segala-galanya agar orang-orang mau mendengar perkataannya yang menipu.
Secara terang-terangan Paulus mengakui kelicikannya:
II Korintus 12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
Pada intinya apa yang ingin ditekankan Yesus dalam nubuatnya adalah waspadalah terhadap penyesatan. Sebelumnya telah diketahui bersama tentang perbedaan ajaran Yesus dan Paulus, walaupun telah jauh melangkah, kita belum selesai membahas penyesatan yang dilakukan Paulus dan kerasulan palsunya.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, dalam diri Paulus tergabung dua pengaruh, yaitu pengaruh Hukum Taurat dan pengaruh kebudayaan Yunani (Heleneisme). Dalam babak inilah pengaruh filsafat Yunani bekerja dalam mengembangkan ajarannya. Aliran filsafat Yunani yang sangat berpengaruh saat itu ialah aliran STOA yang pantheistis menganggap Tuhan dan makhluk merupakan suatu kesatuan sedzat atau satu substansi dan hanya berbeda dalam penglihatan bentuk.
Sejak muda Paulus menekuni ilmu filsafat dan kebudayaan Yunani dibawah bimbingan Yahudi terkemuka, yakni Gamaliel. Olehnya ajaran Paulus sangat dipengaruhi filsafat klasik Yunani, terutama dari mazhab STOA pantheistis. Dari sinilah Paulus mulai berangan-angan dan dengan mudah mengeluarkan serta mendeskreditkan ke seluruh dunia Kristen bahwa Yesus yang lahir dari Roh Kudus melalui perawan Maria, dianalisisnya dengan teori filsafat spekulatif sebagai penjelmaan Tuhan dalam bentuk manusia. Tak heran hingga saat ini umat Kristen tetap mempertahankan bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat tanpa memahami dari mana asal-usul rumus ketuhanan tersebut.
Filipi 1:18 Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita,
Bila dilihat dalam surat-suratnya, Paulus adalah sosok manusia yang terlalu banyak berbuat dosa, hidupnya penuh hawa nafsu, padahal dia tahu bahwa hukum Taurat meneliti segala bentuk dosa walau sekecil-kecilnya. Harapan masuk sorga berdasarkan amal perbuatan sebagaimana ajaran Taurat baginya sudah putus. Selain itu walaupun pengetahuannya dalam tapi kehidupan duniawinya berantakan, dia tidak memliki istri dan tubuhnya lemah akibat kurang sehat. Keputusasaan ini berkecamuk dan menghantuinya.
Dalam komplikasi jiwa yang seperti itulah Paulus mempelajari riwayat Yesus dari kelahiran, penyaliban, sampai kebangkitannya. Kemudian dirumuskannya dengan tafsiran secara filosofis pantheistis aliran STOA. Dari sini Paulus menemukan jalan keluar dari komplikasi jiwanya sendiri. Dia merumuskan bahwa semua manusia terbelenggu dalam rantai dosa yang tidak terhindarkan, sehingga dibutuhkan pengorbanan juru selamat yang dia rumuskan melalui kematian Yesus dikayu salib sebagai penebus dosa manusia. Maka dari itu dosa dan amal tidak penting lagi asal mempercayai rumus penebusan dosa Yesus ciptaan Paulus. Hukum Taurat pun juga tidak berlaku dan dianggap kutuk.
Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Dengan semangat, dogma penebusan dosa yang dirumuskan Paulus tersebut atas dasar filosofis Yunani, yang bagi Paulus merupakan obat bagi kejiwaannya sendiri, dimasukkan dalam ajaran barunya Kristen dan merasa bahwa apa yang dirumuskannya ini harus pula diyakini dunia.
Dalam surat-suratnya dapat kita lihat bagaimana Paulus dengan segala keahliannya membangun, membentuk, dan mengembangkan agama sendiri (Kristen) di luar kode etik institusi keagamaan Yahudi. Kita dapat melihat bagaimana Paulus telah memutarbalikkan ajaran Yesus yang pada dasarnya Tauhid menyembah kepada Allah Yang Maha Esa menjadi sebuah agama filosofis yang dikembangkan dengan berbagai dogma berdasarkan inisiatif dan pengetahuannya dalam kebudayaan Yunani.
Paulus Dan Farisi
Sinyalir Yesus lainnya kepada pada murid untuk waspada adalah waspada terhadap orang Farisi.
Matius 16:6-12
16:6 Yesus berkata kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
16:11 Bagaimana mungkin kamu tidak mengerti bahwa bukan roti yang Kumaksudkan. Aku berkata kepadamu: Waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki."
16:12 Ketika itu barulah mereka mengerti bahwa bukan maksud-Nya supaya mereka waspada terhadap ragi roti, melainkan terhadap ajaran orang Farisi dan Saduki.
Lukas 12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Markus 8:15 Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
Dalam banyak tempat di Bible, Yesus senantiasa mengecam orang Farisi.
Matius 23:13-29
23:13 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.
23:14 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]
23:15 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri.
23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
23:25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan.
23:26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.
23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.
23:29 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
Dari kecaman-kecaman Yesus diatas, dapat diketahui bahwa golongan orang Farisi adalah seorang yang munafik, menyesatkan seseorang masuk kedalam kerajaan sorga, bersifat penipu, memasukkan seseorang dalam ajaran yang menuntun keneraka dan memperburuk orang tersebut, mengabaikan hukum penting Taurat, tampak manis diluar tapi pribadi dirinya rusak, dalamnya penuh dengan kebusukan, memberhalakan nabi dan orang saleh, serta lain sebagainya.
Kemunafikan orang Farisi terlihat dalam alur kisah berikut:
Matius 15:1-9
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
Bahkan dalam ayat diatas, nubuat Yesaya secara khusus ditujukan kepada orang Farisi.
Yohanes pun ikut dalam mengecam orang Farisi sebagai keturunan ular bludak:
Matius 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
Dalam Bible, orang Farisi adalah orang yang paling keras kepala dalam kesesatan, keras menentang ajaran Yesus serta tidak percaya mukjizatnya dan sering mempertanyakan apa yang diajarkan Yesus dengan nada sombong mengejek. Terlihat dalam Bible orang Farisi banyak mencobai Yesus.
Matius 12:38 Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."
Matius 12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Matius 22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
Matius 22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
Yesus mengetahui kebusukan dalam hati orang Farisi, itulah mengapa dalam Bible Yesus selalu mengecam orang farisi sewaktu berhadapan dengan mereka melalui perkataan angkatan jahat tidak setia, munafik, dan lain sebagainya.
Begitu juga sewaktu Yesus mengusir setan dari orang yang kerasukan, bagaimanakah tanggapan orang Farisi?
Matius 9:34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
Orang Farisi pun bersekongkol membunuh Yesus:
Matius 12:14 Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.
Lantas apa korelasinya orang Farisi dengan Paulus? Sangat berkorelasi karena Paulus mengaku sebagai orang Farisi.
Kisah Para Rasul 23:6 Dan karena ia tahu, bahwa sebagian dari mereka itu termasuk golongan orang Saduki dan sebagian termasuk golongan orang Farisi, ia berseru dalam Mahkamah Agama itu, katanya: "Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharap akan kebangkitan orang mati."
Filipi 3:5 disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
Paulus adalah seorang Farisi, dan seperti dipaparkan diatas bahwa orang Farisi adalah seorang yang munafik, menyesatkan seseorang masuk kedalam kerajaan sorga, bersifat penipu, memasukkan seseorang dalam ajaran yang menuntun ke neraka dan memperburuk orang tersebut, mengabaikan hukum penting Taurat, tampak manis diluar tapi pribadi dirinya rusak, dalamnya penuh dengan kebusukan, memberhalakan nabi dan orang saleh. Jelas ciri ini semua adalah perangai Paulus sebelum dan setelah dia mengaku rasul. Telitilah satu persatu ciri tersebut secara nyata merupakan pribadi Paulus yang berperan dalam membangun dogmanya keagamaannya.
Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa orang Farisi adalah orang yang paling keras kepala dalam menerima kebenaran, bahkan mukjizat yang ditunjukkan Yesus dihadapan mereka hanya dijadikan bahan olokan bahwa itu merupakan pekerjaan sihir dan setan. Bagaimana dengan Paulus yang pada dasarnya tidak pernah bertatap muka dengan Yesus secara langsung?
Yesus sudah mensinyalir sebelumnya untuk waspada terhadap orang Farisi terutama kemunafikannya. Disaat ada orang Farisi mengaku bertobat, tiba-tiba mengaku diangkat sebagai rasul, haruskah kesaksiannya dipercaya dimana apa yang dia lakukan bukanlah menegakkan ajaran Yesus tapi justru merusaknya besar-besaran seperti yang dipaparkan sebelumnya?
Bahkan Yohanes pun tidak menerima baptis bagi orang Farisi:
Matius 3:7 Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
Sebelumnya dikatakan bahwa Paulus adalah sosok yang terlalu banyak dosa, singkatnya dia meracik dogma sendiri untuk menghilangkan komplikasi jiwanya terhadap ketakutan dari dosa. Yaitu dengan mengatakan semua manusia ternoda dosa waris, kemudian menjadikan Yesus sebagai kambing hitam penebus dosa. Pertanyaannya, dapatkah Paulus melarikan diri dari murka yang akan datang dengan dogma sesat seperti itu? Dapatkah seorang Paulus yang adalah Farisi keturunan ular bludak bebas dari dosanya dengan pengajaran dan keagamaan sesat yang dianutnya?
Yesus berkata:
Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Secara eksplisit Yesus menyuruh untuk menghindari kehidupan keagamaan orang Farisi. Karena siapa yang kehidupannya keagamaannya tidak lebih baik dari orang Farisi, tidak akan masuk dalam kerajaan sorga dengan kata lain jalurnya ke Neraka. Ironisnya Kekristenan justru dibangun oleh seorang Farisi yaitu Paulus dimana pengikutnya (Kristen) selalu menuruti perkataan Paulus. Bagaimana mungkin hidup keagamaan lebih baik dari orang Farisi kalau omongan orang Farisi tersebutlah yang dituruti dan diimani?
Dalam nubuat Yesaya, Yesus menyampaikan secara khusus kepada orang Farisi nubuat tersebut:
Matius 15:7-9 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."
Apakah nubuat ini belum cukup jelas bagi Kristiani bahwa yang dimaksud dalam nubuat tersebut adalah Paulus dan ajarannya Kristen? Beribadah dengan ajaran dari perintah manusia! Sejauh ini masihkah Kristiani mengakui kerasulan Paulus? Selama hidupnya Yesus sama sekali tidak pernah berhubungan baik dengan orang Farisi, Yesus sangat membenci orang Farisi dapat dilihat dari kecamannya terhadap orang Farisi, begitu juga sebaliknya. Sangat irasional jika dikemudian hari Yesus malah menunjuk orang Farisi sebagai pelanjut ajarannya, padahal jelas Yesus menyuruh waspada terhadap kemunafikan dan buah dari penyesatan orang Farisi. Dan terbukti Paulus sama sekali tidak menegakkan ajaran Yesus.
Yesus pun menubuatkan berbagai penyesatan orang Farisi yang jelas mengarah ke diri Paulus, yang manakah Kristiani harus percaya, nubuat Yesus atau kesaksian Paulus yang adalah Farisi ini? Jika Paulus benar adalah rasul, sudah pasti dia dinubuatkan oleh Yesus sebagai pelanjut ajarannya. Bahkan seharusnya nubuatnya ada dalam Perjanjian Lama, pasalnya dalam keyakinan Kristen Paulus adalah tokoh rasul terbesar. Tapi nyatanya tidak ada, hanya nubuat penyesatanlah yang secara terang-terangan mengarah kepada Paulus menunjukkan dia adalah rasul palsu. Sekali lagi, setelah melangkah sejauh ini, masihkah kerasulan Paulus yang diangkat oleh dirinya sendiri dapat dipertahankan?
Pengakuan Kontroversial Paulus
Masih banyak dalam surat-surat Paulus berbagai perkataan dan pengakuan kontroversial terkait dirinya dan ambisinya meniadakan ajaran Yesus yang tidak akan habis dibahas disini. Paulus memang sosok yang sangat kontroversial, sebelum dan sesudah dia mengaku rasul, dalam suratnya tidak habis berbagai pengakuan yang mustahil dipercaya.
Salah satunya adalah pengakuannya berikut:
Galatia 1:15-16 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
Dalam surat Galatia diatas, Paulus mengatakan bahwa dia telah dipilih Tuhan untuk memberitakan Kristus sejak dalam kandungan. Pertanyaannya, jika memang Paulus telah dipilih sejak dalam kandungan, lalu mengapa dia terlahir bukan sebagai murid Yesus? Mengapa Paulus dalam kehidupannya tidak pernah berhubungan dengan lingkungan Yesus sama sekali? Justru Paulus selama hidupnya malah menjadi penganiaya dan pembunuh jemaat pengikut Yesus, sangat bertolak belakang dengan pengakuannya bahwa dia telah dipilih sejak kandungan.
Ini merupakan pengakuan yang mustahil diterima mengingat latar belakang kehidupan Paulus. Selain itu hal yang tidak mungkin jika Paulus telah dipilih sejak kandungan, bagaimana dia mengetahui dipilih jika masih dalam kandungan? Semenjak kelahiran dia terdidik sebagai penganut Taurat dan kepercayaan pagan Yunani, dewasa dia bekerja sebagai penganiaya dan pembunuh jemaat, setelah mengaku rasul malah mengklaim dipilih Tuhan sejak dalam kandungan, bukankah ini pengakuan yang sangat tidak rasional dan tidak dapat diterima akal? Satu-satunya yang rasional disini adalah ini merupakan pengakuan bohong dan dusta dari seorang rasul palsu yang suka berangan-angan. Paulus adalah pemalsu yang suka berimajinasi, tidak heran melihat pengakuannya yang mustahil dipercaya itu.
Akhir Hidup Paulus
Sebagai sosok yang kontroversial, akhir kehidupan Paulus pun juga cukup kontroversial. Paulus pernah I Tesalonika 4:15-17
4:15 Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal.
4:16 Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;
4:17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.
Dalam ayat tersebut Paulus mengatakan bahwa dia dan pengikutnya yang masih hidup tidak akan mati mendahului mereka pengikut Yesus yang telah meninggal sampai kedatangan Tuhan. Paulus mengatakan mereka akan hidup sampai Yesus sendiri turun dari sorga dan mereka akan diangkat bersama-sama kedalam kerajaan sorga kemudian hidup selama-lamanya. Apa yang dinubuatkan Paulus ini meleset jauh dan tidak terjadi, angan-angan Paulus harus berakhir dengan kenyataan bukan Yesus yang menjemput Paulus, melainkan pedang Kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
Perjanjian Lama mengatakan:
Yeremia 23:32 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN.
Bible tidak mengatakan bagaimana dan kapan Paulus meninggal. Namun menurut tradisi Kristen, Paulus dipenggal di Roma pada masa pemerintahan Nero sekitar pertengahan 60-an di Tre Fontane Abbey.
*****
قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ
"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus"." (QS. Al-Maa'idah 5:77)
Salam Bagi Kaum Yang Mengikuti Petunjuk
Langganan:
Postingan (Atom)