maka marilah kita menangis Taubat kepada Allah SWT.
Halaqah renungan kalbu.
————————————!!
اَ لسَـــــــلاَمُ عَلَيــْــكُم وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكـَـاتُهُ
Ya akhi.. ya ukhti…yang dirahmati Allah,silahkan Play video Halaqah sentuhan dan renungan kalbu berikut ini:
Mohon diPlay sampai selesai dan lalu ⇊
↶…↤…↤….↤…↤….↤…↤….↤…..☜
.
MENANGISLAH karena mengingat Allah SWT.
Ingatlah bahwa Allah lah yang telah menciptakan kita,
MENANGISLAH
Agar hati kita semakin dekat dengan Allah SWT yang telah menjaga kita
diwaktu kita tidur,diwaktu kita terjaga,diwaktu kita masih bayi yang
masih lemah tak berdaya,hingga kita dewasa dan dipanjangkan umur
kita…..dan hanya kepadaNyalah kita semua dikembalikan.
.
MENANGISLAH,,teruslah menangis,luapkan semua perasaan yang ada didalam hati kita kepada Allah SWT,,,
MENANGIS dan
MENANGISLAH
karena mengingat Allah yang memberi rezeki yang tak terhingga kepada
kita,semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang gemar dan pandai
bersyukur.
Dan silahkan ikuti tanda arah panah berikut ini:
↶…↤…↤..↤…..↤…↤…..↤..↤…↤…↤.↲.☜
↪——–!!
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua
persoalan kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita,
pekerjaan, rizki, kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan
kita pasrah menunggu dijawab. Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh
bisa merasakannya, namun kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh
gerakan badan, maka dia tidak sempat menikmati pertemuan dengan Allah
itu.
Saat ruku’ kita ruku’ lama, sambil menarik regang kaki dan punggung
.Saat sujud, kita tumpukan kepala sebagai tumpuan utama.kita meletakan
kepala kita ketempat sujud dengan serendah-rendahnya,dan kita menyadari
bahwa kita hanyalah seorang hamba yang sedang menghadap kepada
Rabbnya,kita menyadari bahwa kita adalah ciptaan yang membutuhkan
kemurahan dan karunia dari Rabbnya, Nikmat rasanya ‘terpijat’ dahi ini
oleh gerak sujud. Saat ruh telah ikut sujud,kita baca dengan
penghayatan, “Subhana rabbiyal a’laa wa bi hamdih” (Maha Suci Engkau
yang Maha Tinggi dan Maha Terpuji). Rasanya nikmat sekali
BERSUJUD lama-lama.
________________________________________________!!!!
Keadaan kita (yang hanya sebagai seorang hamba) yang paling dekat dengan Allah Ta’ala adalah ketika <
��SUJUD,maka sempurnakanlah sujud kita.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
قَالَ «أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ
فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»
Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Keadaan paling dekat seorang
hamba dari Rabbnya adalah ketika dia dalam keadaan sujud, maka perbanyak
doa (di dalamnya).” HR. Muslim.
________________________________________________!!!!
Lalu, lalu kita duduk setelah sujud. kita baca dan berdoa kepada
Allah,. Robbighfirlii (Ya Tuhan ampunilah aku). Lalu kita diam sejenak.
Tiba-tiba keluar sendiri
AIR MATA, kita
MENANGIS
karena menyadari betapa dalam makna kalimat pengaduan ini. Kita minta
secara langsung kepada Allah SWT untuk diampuni . Ruh kita meminta
secara langsung, dan Allah menjawabnya. kita
MENANGIS. Ruh kita MENANGIS, kita yang sejati,
MENANGIS. War hamnii (dan sayangilah aku),
AIR MATA itupun tumpah. Wajburnii. Diam. War fa’nii. Diam.. Warzuqnii (beri rizki padaku -Ya Allah), air mata kita akan benar-benar
TUMPAH, betul-betul kita tiba-tiba sadar bahwa selama ini kita mengejar-ngejar rizki tapi tidak serius mengakui itu dariNya.
lalu saat ini kita sedang memintanya langsung! Wahdinii (tunjukilah
aku -karena aku sedang bingung dan tak tahu). Diam sejenak, rasakan
getaran qalbu nya kita akan merasakan
MENANGIS kita benar-benar meleleh deras Wa’aafinii (dan sehatkan aku). Wa’fuannii (dan maafkan aku- yang banyak dosa ini).
Mulailah kita berdoa dengan meratap. Seraya mengucapkan, “Ya Allah…
Ya Allah… Ya Allah…”, sambil mengangkat tangan setinggi wajah kita dan
menatap keatas.
Cobalah kita berdoa, mengadu di depan Allah secara langsung. kita
ikhlaskan apapun jawaban dari doa tersebut. Dengan bahasa yang kita
mengerti dan kita kuasai agar esensi do’a tercapai yakni dialog
bercakap-cakap(Shalat) dengan Allah SWT.
Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah yang dirahmatiNya,dan
semoga juga kita menjadi hamba-hamba yang taat kepada RasulNya.
Sebagaimana firman Allah SWT:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ لِّمَن
كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ
كَثِيرًۭا
(Qs Al-Ahzab ayat 21)
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik
bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظاً
(Qs An-Nisa 4:80)
Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah menta’ati
Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu), maka Kami
tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
Pemelihara maksudnya:Rasul tidak bertanggung jawab terhadap
perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat
kesalahan.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيراً وَنَذِيراً وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
(Qs Saba 34:27)
Dan Kami tidak mengutus kamu(Muhammad), melainkan kepada umat MANUSIA
SELURUHNYA sebagai PEMBAWA BERITA GEMBIRA dan sebagai PEMBERI
PERINGATAN, TETAPI KEBANYAKAN manusia TIADA mengetahui.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءكُم بُرْهَانٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُوراً مُّبِيناً
(Qs An-Nisaa 4:174)
Hai MANUSIA, sesungguhnya telah datang kepadamu BUKTI KEBENARAN dari Tuhanmu. (
Muhammad dengan mu’jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).☜
Dan marilah pula hendaknya kita merindukan Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam ,sebagaimana Rasulullah merindukan kita(ummatnya).
Silahkan Play video Renungan kalbu berikut ini:
MENANGISLAH atas kasih sayang,kesabaran,ketulusan serta kecintaan Rasulullah SAW kepada kita ummatnya.
MENANGISLAH
dan bershalawatlah kepada Nabi Junjungan kita Muhammad SAW,semoga kita
semua termasuk dalam golongan ummatnya mendapatkan syafa’at darinya.
↶…↤…↤….↤…↤….↤…↤…↶…↤…↤..↤…..↤…↤..↤…↤…..↤…↤..↤…↤…↤.↲.☜ dan
.
Dan jangan lupa pula hendaknya kita Iebih mencintai lagi kedua orang tua
kita,terutama ibu yang telah melahirkan dengan rasa sakit yang luar
biasa baginya,kesabaran dan kasih sayang yang luar biasa yang diberikan
ibu kita dalam mengasuh kita,marilah kita lebih mencintai lagi kedua
orang tua kita karena Allah ta’ala.
Sebagaimana perintah Allah ta’ala:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ
كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا
قَوْلاً كَرِيماً
(Qs Al-israa’ 17:23)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur
lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan
ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
(Qs Al-israa’ 17:24)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan
dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana
mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.
Silahkan play video Halaqah sentuhan kalbu tentang ayah dan ibu berikut ini:
↶…↤…↤….↤…↤….↤…↤…↶…↤…↤..↤…..↤…↤..↤…↤…..↤…↤..↤…↤…↤.↲.☜ dan
…↪ Dan marilah kita hendaknya memikirkan siapa yang menciptakan kita dan dari apa kita diciptakan.
Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
فَلْيَنظُرِ الْإِنسَانُ مِمَّ خُلِقَ
(Qs At-Tariq 86:5)
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
خُلِقَ مِن مَّاء دَافِقٍ
(Qs At-Tariq 86:6)
Dia diciptakan dari air yang dipancarkan,
يَخْرُجُ مِن بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ
(Qs At-Tariq 86:7)
yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”
إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ
(Qs At-Tariq 86:8)
Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).
يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ
إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
(Qs As-Sajdah 32:5)
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik
kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu
ذَلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
(Qs As-Sajdah 32:6)
Yang demikian itu ialah Tuhan Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ
(Qs As-Sajdah 32:7)
Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.
ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاء مَّهِينٍ
(Qs As-Sajdah 32:8)
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.
ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ
(Qs As-Sajdah 32:9)
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya
dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi)
kamu sedikit sekali bersyukur.
وَقَالُوا أَئِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ بَلْ هُم بِلِقَاء رَبِّهِمْ كَافِرُونَ
(Qs As-Sajdah 32:10)
Dan mereka berkata: “Apakah bila kami telah lenyap (hancur) dalam tanah,
kami benar-benar akan berada dalam ciptaan yang baru?” Bahkan mereka
ingkar akan menemui Tuhannya.
قُلْ يَتَوَفَّاكُم مَّلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
(Qs As-Sajdah 32:11)
Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan
mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.”
الرَّحْمَنُ
(Qs Ar-Rahman 55:1)
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
عَلَّمَ الْقُرْآنَ
(Qs Ar-Rahman 55:2)
Yang telah mengajarkan Al Quraan.
خَلَقَ الْإِنسَانَ
(Qs Ar-Rahman 55:3)
Dia menciptakan manusia.
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
(Qs Ar-Rahman 55:4)
Mengajarnya pandai berbicara.
(Qs Ar-Rahman 55:5)
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
(Qs Ar-Rahman 55:6)
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya.
(Qs Ar-Rahman 55:7)
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
(Qs Ar-Rahman 55:8)
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
(Qs Ar-Rahman 55:9)
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
(Qs Ar-Rahman 55:10)
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).
(Qs Ar-Rahman 55:11)
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
(Qs Ar-Rahman 55:12)
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
(Qs Ar-Rahman 55:13)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:14)
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
(Qs Ar-Rahman 55:15)
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
(Qs Ar-Rahman 55:16)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:17)
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya
(Qs Ar-Rahman 55:18)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:19)
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,
(Qs Ar-Rahman 55:20)
0 antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.
(Qs Ar-Rahman 55:21)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:22)
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
(Qs Ar-Rahman 55:23)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:24)
Dan kepunyaanNya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.
(Qs Ar-Rahman 55:25)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:26)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa.
(Qs Ar-Rahman 55:27)
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
(Qs Ar-Rahman 55:28)
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
(Qs Ar-Rahman 55:29)
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
(Qs Ar-Rahman 55:30)
Maka ni’mat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي
الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
(Qs Saba 34:1)
Segala puji bagi Allah yang memiliki apa yang di langit dan apa yang di
bumi dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha
Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا
يَنزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ الرَّحِيمُ
الْغَفُورُ
(Qs Saba 34:2)
Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar dari
padanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan
Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ
الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي
لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
(Qs Al-Baqarah 2:186)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
katakanlah bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang
berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi
(segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran.”
صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِيْمِ
Maha benar Allah,dengan segala firmanNya.
♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡۞▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬۞♡
Dan silahkan ya akhti ya ukhti,play video Halaqah sentuhan kalbu tentang mengingat penciptaan kita berikut ini:
.
.
MENANGISLAH,,,,
MENANGIS dan
MENANGISLAH….
Agar hati kita semakin dekat dengan Allah SWT yang telah menciptakan kita…..dan hanya kepadaNyalah kita semua dikembalikan.
.
.
.
Semoga kita semua menjadi hamba-hambaNya yang dirahmatiNya.
Dan semoga kita tidak termasuk golongan orang-orang yang MENDUSTAKAN ni’matNya.
Semoga kita selalu ingat diri,bahwa kita hanyalah seorang HAMBA yang
Allah ciptakan dari setetes air mani yang dipancarkan,maka hendaklah
kita selalu mengingatNya dan
bersujud kepadaNya..
Semoga kita dijauhkan dari golongan orang-orang yang menyekutukanNya.
Amin-amin ya Rabbal alamin.
Moga-moga renungan kalbu ini bermanfaat:terutama bagi Wiro pribadi,dan juga bagi antum(ya akhi wa ukhti) semuanya.
Amin-amin ya Rabbal alamin.

بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
(Qs At-Taghaabun 64:3)
Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq
. Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu).
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
(Qs Ya-Sin 36:82)
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ”Jadilah!” maka terjadilah ia”.
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
(Qs Ya-Sin 36:83)
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan
kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
وَ لسَـــــــلاَمُ عَلَيــْــكُم وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكـَـاتُهُ